Minggu, 18 Maret 2012

Data Mining


 Contoh pada kasus untuk Menganalisa OUTLIER


Metode 1 : Respect to the locations and type of purchase, or the purchase frequency

Pada metode ini kita akan mengambil contoh tentang penggunaan Air bersih pada beberapa kota :
Kota A : Pada kota A, Penggunaan air bersih mencapai 5000 Gallons/bulan, kota ini berpenduduk rata-rata PNS, dan tergolong maju.
Kota B : pada kota B, Penggunaan air bersih hanya mencapai sekitar 1000 Gallons/bulan, profesi penduduk pada kota B didominasi oleh petani dan nelayan.dan kota ini sudah tergolong pada Kota yang cukup Berkembang.
Kota C : Penggunaan air bersih pada kota C tiap bulannya berkisar sekitar antara 1500- 2500 gallon. Yang rata-rata berpenduduk golongan menengah kebawah. Kota ini tergolong kota berkembang.
Dari informasi diatas dapat disimpulkan bahwa :
Penggunaan BBM pada tiap bulannya adalah :
Kota Maju>=5000 Gallon
Kota Berkembang <=2500 Gallon
Dengan demikian Kita dapat mengetahui, Kota mana saja yang harus mendapatkan Pasokan air bersih yang lebih besar dari yang lainnya.

 Metode 2:  Detecting Unusually purchase

Kita akan mengambil contoh dari sebuah data tentang pembelian barang berupa pakaian anak-anak,wanita dan pria pada sebuah mal berdasarkan pada bukti pembelian atau struck pembelian yang dikumpulkan seperti berikut :
·         Pembelian pada pakaian anak-anak : Pada pembelian pakaian anak-anak tidak mengalami  peningkatan atau pun penurunan  pada bulan bulan-bulan tertentu, artinya pembelian pada pakaian  pria pada tiap bulannya tetap sama.

·         Pembelian pada pakaian wanita : Pembelian pakaian wanita jauh lebih banyak dilakukan  pada Bulan-Bulan tertentu yaitu bulan-bulan  yang memiliki hari raya saja.

·         Pembelian pada pakaian pria : Sedangkan  Penggunaan barang pada C, meningkat pesat hanya pada awal tahun dan akhir tahun saja.
Dari datai di atas dapat diambil kesimpulan bahwa :




Ini salah satu contoh untuk mendeteksi sebuah outlier dengan metode pendeteksian kejadian yang tidak biasa.
Dari informasi di atas, pihak mal dapat megetahui barang mana yang harus di tingkatkan pengadaannya pada tiap waktu-waktu tertentu.

Kesimpulan :
 Dari dua metode diatas keduanya sama-sama memberikan kita sebuah informasi yang penting dan dapat digunakan sebagai tolok ukur untuk sebuah usaha, tetapi penggunaan pada metode-metode ini harus disesuaikan pada tata letak penggunaannya pada tiap-tiap usaha yang berbeda. Sesuai dengan informasi apa yang paling dibutuhkan oleh masing-masing usaha.



Minggu, 11 Maret 2012

Posting Perdana

Akhirnya bisa selesai juga. Saatnya untuk belajar blogging.

Template by:

Free Blog Templates